Kamis, 06 Mei 2010

Ginjal dan Seluk Beluknya

Ginjal dan Seluk Beluknya

Sumber: OXYGEN News edisi 23, Sep-Okt 2008


Pernahkah anda berpikir bahwa tubuh manusia merupakan satu kesatuan
seperti layknya sebuah mesin? Apabila salah satu "onderdil" tubuh
terganggu, maka semua fungsi yang lain akan terganggu juga. Seperti
sebuah motor, apabila businya mengalami kerusakan, maka motor juga tidak
akan bisa jalan.

 

Ginjal merupakan salah satu onderdil tubuh yang sangt vital. Ginjal
mempunyai dua fungsi utama yaitu mengekskresikan produk terakhir dari
proses metabolisme tubuh dan mengatur konsentrasi jumlah cairan tubuh.
Ginjal ada dua buah, keduanya terdiri dari kira-kira 2.400.000 nefron.
Nefron adalah bagian terkecil dari ginjal yang membentuk urine. Fungsi
dasar nefron adalah membersihkan atau menjernihkan plasma darah dari
zat-zat yng tidak dikehendaki ketika ia mengalir melalui ginjal. Zat-zat
yang harus dikeluarkan terutama meliputi produk akhir metabolisme
seperti ureum, kreatin, asam urat dan garam-gram asam urat. Disamping
itu banyak zat lain seperti ion natrium, ion kalium, ion khlorida dan
ion hidrogen cenderung terkumpul di dalam tubuh dalam jumlah yang
berlebihan.

 

Ada dua mekanisme kerja nefron yaitu pertama adalah dengan membersihkan
plasma dari zat-zat yang tidak dikehendaki. Sedangkan yang kedua adalah
dengan mengekskresikan zat-zat yang tidak dikehendaki. Dengan kata lain
ginjal merupakan organ terminal untuk mengeluarkan produk sisa
metabolesme. Coba anda bayangkan apabila ginjal kita rusak, sisa
metabolisme tidak akan dapat dibuang, akan terkumpul dalam tubuh dan
akan meracuni tubuh serta dapat mengakibatkan kematian.

 

Oleh karena itu sayangilah GINJAL anda. Berikut ini adalah tips agar
ginjal anda terjaga kesehatannya:

 

1.      Makan dan minum yang tidak mengandung bahan yang berbahaya,
contoh bahan pengawet, bahan pemanis dan bahan kimia yang lainnya.

2.      Menjaga kebersihan diri terutama kebersihan saluran kencing,
karena infeksi pada saluran kencing dapat menjalar ke atas dan bisa
mencapai ginjal.

3.      Berolah raga seca teratur. Dengan berolah raga akan menjaga
sirkulasi darah senantiasa lancar dan sehat.

4.      Jagalah tekanan darah anda dengan baik dengan menjalan pola
hidup yang sehat. Tekana darah tinggi akan mengakibatkan kerusakan pada
ginjal.

5.      Berhati hatilah mengkonsumsi gula. Jangan sampai terkana
penyakit gula. Penderita gula akan mengalami kerusakan secara progresif
pada ginjalnya.

6.      Dan yang paling penting, minumlah air putih yang banyak. Ingat
bahwa disini bukan hanya sekedar air putih saja, tetapi lebih pada air
putih yang baik.

7.      Minumlah air putih yang murni, yaitu air putih yang tidak
mengandung zat-zat terlaurt di dalamnya, agar ginjal juga tidak
terbebani dengan zat-zat tsb. (mungkin dalam hal ini bisa dengan Air
OXY, Air minum yang kadar mineral an-organiknya rendah dan mengandung
pure Oxygen)

 

 

Semoga Bermanfaat
»»  read more

mengenal penyakit katarak

Katarak
DEFINISI
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan.


Katarak

PENYEBAB
Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan.
Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.

Katarak bisa disebabkan oleh:
  • Cedera mata

  • Penyakit metabolik (misalnya diabetes)

  • Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).

    Katarak kongenitalis adalah katarak yang ditemukan pada bayi ketika lahir (atau beberapa saat kemudian).
    Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal dominan) atau bisa disebabkan oleh:
    - Infeksi kongenital, seperti campak Jerman
    - Berhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.
    Faktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah:
    - penyakit metabolik yang diturunkan
    - riwayat katarak dalam keluarga
    - infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.

    Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan.
    Katarak pada dewasa dikelompokkan menjadi:
    1. Katarak immatur : lensa masih memiliki bagian yang jernih
    2. Katarak matur : lensa sudah seluruhnya keruh
    3. Katarak hipermatur : ada bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lainnya.

    Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun.
    Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya.
    Banyak penderita katarak yang hanya mengalami gangguan penglihatan yang ringan dan tidak sadar bahwa mereka menderita katarak.

    Faktor yang mempengaruhi terjadinya katarak adalah:
    - kadar kalsium darah yang rendah
    - diabetes
    - pemakaian kortikosteroid jangka panjang
    - berbagai penyakit peradangan dan penyakit metabolik.
    - faktor lingkungan (trauma, penyinaran, sinar ultraviolet).


  • GEJALA
    Semua sinar yang masuk ke mata harus terlebih dahulu melewati lensa. Karena itu setiap bagian lensa yang menghalangi, membelokkan atau menyebarkan sinar bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
    Beratnya gangguan penglihatan tergantung kepada lokasi dan kematangan katarak.

    Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai gangguan penglihatan yang muncul secara bertahap.
    Gangguan penglihatan bisa berupa:
    - kesulitan melihat pada malam hari
    - melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata
    - penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari).

    Gejala lainnya adalah:
    - sering berganti kaca mata
    - penglihatan ganda pada salah satu mata.

    Kadang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata (glaukoma), yang bosa menimbulkan rasa nyeri.

    Katarak

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

    Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
  • Pemeriksaan mata standar, termasuk pemeriksaan dengan slit lamp

  • USG mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak.


  • PENGOBATAN
    Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan.
    Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegitannya sehari-hari.
    Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar.
    Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan.

    Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan.
    1. Pengangkatan lensa
      Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa:
      - Pembedahan ekstrakapsuler : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya.
      Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi).
      - Pembedahan intrakapsuler : lensa beserta kapsulnya diangkat. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan.

    2. Penggantian lensa
      Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat.
      Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler, biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.

    Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.
    Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.
    Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.

    PENCEGAHAN
    Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.

    Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata.

    Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.
    »»  read more

    Katarak

    Katarak


    Katarak adalah proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh bagian lensa mata. Penyebab katarak adalah karena faktor usia, kecelakaan, terganggunya metabolisme tubuh akibat penyakit berkepanjangan, bawaan lahir atau bahkan keracunan. Gejala yang dirasakan oleh penderita katarak adalah penglihatan yang berkabut, silau, bila dilihat dengan bantuan cahaya pada pupil akan terlihat keruh.
    Katarak dibagi memjadi beberapa jenis yaitu:
    • Katarak Senilis (Ketuaan), yaitu katarak yang timbul setelah umur 40 tahun, proses pasti belum diketahui, diduga karena ketuaan.
    • Katarak Kongenital, yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan, umumnya disebabkan karena adanya infeksi, dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak Kongenital yang sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung, terutama pada kehamilan 3 bulan pertama.
    • Katarak Traumatika, yaitu katarak yang dapat menyerang semua umur, biasanya karena pasca trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa.
    • Katarak Komplikata, adalah katarak yang timbul pasca infeksi mata.

    Penanganan Katarak

    Katarak dapat diatasi dengan operasi yaitu pengambilan lensa keruh. Ada beberapa teknik operasi yang dilakukan di Rumah Sakit, yaitu: Operasi dengan irisan luas dengan jahitan konvensional dan dengan irisan kecil tanpa jahitan lensa dikeluarkan dengan alat Phaceomulsifikasi (small incision surgery).

    Pemilihan teknik operasi ini tergantung kekerasan lensa mata. Setelah lensa katarak diambil, penderita hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter, kecuali penderita diganti lensanya.

    Penggantian lensa ada dua cara yaitu:
    • Penderita setelah dioperasi diberi kacamata atau lensa kontak positif kurang lebih 10 dioptri.
    • Penderita dipasang lensa tanam bersamaan waktu dilakukan operasi, keuntungannya adalah penderita setelah operasi penderita langsung dapat melihat jelas, tidak perlu memakai kacamata sangat tebal, lapang pandang penderita tetap luas dan distorsi sinar dapat dihilangkan.
    »»  read more

    Penyakit Mata Akibat Kurang Vitamin

    Penyakit Mata Akibat Kurang Vitamin

    mataVitamin adalah zat yang diperlukan metabolisme tubuh, hasil riset ditemukan, bahwa cukup banyak penyakit mata selalu berhubungan erat dengan kurangnya vitamin. Karena vitamin tidak bisa bersintetik di tubuh atau kurangnya jumlah sintetik, jadi harus segera menyerap vitamin yang diperlukan melalui keragaman makanan adalah sangat penting bagi pencegahan dan pengobatan serta mengurangi gejala penyakit mata tertentu. Lalu, penyakit-penyakit mata apa saja yang akan ditimbulkannya jika kekurangan vitamin?
    1. Kekurangan vitamin A. Bisa menyebabkan pernyakit buta malam, xerophthalmia dan cornea softing. Manifestasinya adalah pandangan kabur di bawah cahaya yang agak redup, mata kering, mudah lelah dan lain-lain. Karena efek fisiologis kekurangan vitamin A itu berhubungan dengan kesan visual gelap, ia bisa memadukan suatu zat yang namanya redopsin di dalam mata, redopsin memiliki efek yang penting terhadap pemeliharaan penyesuaian daya pandang yang baik dan normal, berhubungan dengan pemeliharaan keutuhan susunan kulit atas dan mempercepat perkembangan pertumbuhan. Apabila segera memenuhinya dengan kuning telur, susu, daging, pocai (semacam sayur mirip bayam), tomat, wortel, sawi putih, jenis ikan, minyak ikan, hati hewani dan sebaginya., bisa memperbaiki gejala-gejala tersebut di atas.
    2. Kekurangan vitamin B1. Mudah timbul xerophthalmia, optic neuritis atau orbital optic neuritis dan sebagainya. Memanifestasikan mata kering, daya pandang menurun, manik mata membesar, lamban memberikan reaksi terhadap cahaya, tertarik sakit ketika mata bergerak, bagian lekuk mata terasa sesak dan sakit dan sebagainya. Karena efek fisiologis utama vitamin B1 adalah mempercepat proses metabolisme sel, terutama berhubungan dengan fungsi konduksi saraf. Seyogianya segera memenuhinya dengan makanan yang kaya akan kandungan vitamin B1, misalnya beras bulu, tepung gandum, jenis makanan dari kacang, hati hewani, kacang, labu merah, kecambah, kentang, biji aprikot, walnut dan sebagainya. Sangat bermanfaat untuk mengurangi gejala penyakit seperti tersebut di atas.
    3. Kekurangan vitamin B2. Acap kali bisa menyebabkan radang saraf visual, bintil mata, radang selaput mata dan sebagainya. Manifestasinya adalah daya pandang menurun, mata takut pada cahaya, air mata mengalir, kongesti selaput mata dan sebagainya. Jika sering mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B2, seperti misalnya ragi, makanan hasil susu, daging sapi, hati hewani, kedelai, pocai, sayur bayam, jamur kuping, biji bunga matahari, dan buah-buahan dan sebagainya. akan bisa membantu mencegah dan mengobati timbulnya gejala penyakit tersebut.
    4. Kekurangan vitamin C. Dapat menimbulkan perdarahan pada bagian kelopak mata, anterior chamber, vitreous body, selaput jala mata, bahkan bisa menyebabkan katarak dan sebagainya. Karena manfaat utama vitamin C adalah memelihara pembentukan zat antarsel, mengikuti oksidasi susunan sel mengembalikan reaksi semula dan reaksi metabolisme lainnya di dalam tubuh, dan memiliki efek melunakkan pembuluh darah. Karena itu, saat kekurangan vitamin, bisa menyebabkan perdarahan bagian atas mata sebagaimana yang disebutkan di atas.
    Jika bisa lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran hijau yang segar dan buah-buahan, akan bermanfaat mencegah perdarahan pada bagian seluruh tubuh dan bagian mata. Karena vitamin C bisa melemahkan cahaya dan oksigen terhadap kerusakan pada lensa mata (berhubungan dengan timbulnya penyakit katarak), jadi perbanyak mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, bisa memperlambat timbulnya penyakit katarak.
    »»  read more

    RAMUAN HERBAL UNTUK PENYAKIT GINJAL

    RAMUAN HERBAL UNTUK PENYAKIT GINJAL

    Posted on 15 Sep 2008 by Zhakiah

      1. Ramuan I

    Bahan-bahan
    Tujuh lembar daun keji beling, empat puluh lembar daun kumis kucing, lima batang meniran beserta akarnya, dan satu rimpang kunyit sebesar telur ayam.

    Cara membuat
    Semua bahan dicuci hingga bersih, lalu direbus dalam empat gelas air hingga tersisa tiga gelas. Setelah dingin, air rebusannya disaring.

    Cara memakai
    Diminum sebanyak tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

      1. Ramuan II

    Bahan-bahan
    Lima lembar daun dadap, tiga lembar daun cocor bebek, dan tiga buah rimpang kunyit.

    Cara membuat
    Semua bahan dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai lembut.

    Cara memakai
    Oleskan ramuan ini di bagian tubuh yang mengalami pembengkakan akibat gangguan ginjal (biasanya pembengkakan terjadi di pembuluh darah vena di kaki). Lakukan secara rutin dua kali sehari. Jangan memijit bagian yang bengkak karena pembuluh darahnya bisa terputus.

      1. RamuanIII

    Bahan-bahan
    Ramuan teh racik mahkota dewa, daun sambiloto secukupnya, dan akar alang-alang.

    Cara membuat
    Semua bahan-bahan direbus bersama-sama, kemudian rebusannya diminum setiap hari.
    »»  read more

    Ragam Penyakit Ginjal dan Penanganannya

    Ragam Penyakit Ginjal dan Penanganannya

    SEMUA orang tahu bahwa ginjal merupakan organ penting manusia. Tetapi tak banyak orang yang mengenal ginjal secara mendalam. Hal ini disebabkan tingkat kepedulian masyarakat untuk mengetahui ginjal yang memiliki kontribusi besar dalam tubuh manusia itu masih rendah.

    Menurutnya, penyakit ginjal tidak terdeteksi, tiba-tiba ketika seseorang mengidap penyakit tersebut dan mengalami gejalanya maka berada pada tingkat pertengahan hingga kronis.

    "Ginjal itu harus dijaga baik-baik. Karena itu suatu penyakit yang tidak ada gejalanya, sehingga kalau sudah bermasalah maka langsung ke serangan hebat," jelas dokter yang juga penulis di salah satu blog kesehatan itu.

    Masih menurut almamater Universitas Sam Ratulangi itu, ginjal berfungsi sebagai alat filtrasi, yaitu mengeluarkan kelebihan garam, air, dan asam. Serta membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, membuang sisa metabolisme tubuh, dan bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi untuk mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah.

    Nah, penyakit ginjal yang diderita oleh manusia itu terbagi menjadi penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronik, dan gagal ginjal. Pada kasus gangguan prerenal disebabkan oleh gangguan pembuluh darah sebelum masuk ginjal, yang ditandai dengan hipovolemia, sindroma hepatorenal, gangguan pembuluh darah, dan sepsis sistemik.

    Kerusakan pada jaringan ginjal itu sendiri, lanjut pria ramah ini, disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Sementara hemolisis disebabkan oleh pelbagai penyakit seperti penyakit sickle-cell dan lupus. Berbeda dengan glomerulonefritis akut yang banyak disebabkan oleh SLE, kuman streptokokus akibat infeksi tenggorokan maupun gigi, dan sebagainya.

    Guna menjawab permasalah tersebut, maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal seperti menghindari jamu atau herbal yang tidak diketahui mekanismenya. Pengobatan yang dilakukan tanpa konsultasi dokter (misalnya penggunaan AINS atau Ibuprofen, antibiotik golongan aminoglikosida dan kontras), mengonsumsi obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan imunosupresan juga sebagai pemicu lain yang menyebabkan penyakit ini.

    Penghancuran jaringan otot ginjal yang meluas dapat disebabkan oleh kecelakaan, luka tusuk besar, penggunaan obat-obat jenis statin, stimulan, dan sebagainya. Pada tahap post renal, urin yang akan keluar terhambat oleh adanya batu ginjal, kanker, batu, darah yang menggumpal pada saluran kemih, penyakit persarafan kandung kemih, seperti spina bifida.

    Menurutnya lagi, gangguan post renal ditandai dengan nyeri perut dan diare, capek, lemas, mual dan muntah, sukar berkonsentrasi, produksi urin menurun, serta edema. Pengobatan penyakit ginjal akut dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan ahlinya (nefrologist atau urologist) baik dengan penyembuhan primer maupun sekunder.

    Berbeda dengan PGA yang terjadi dalam hitungan hari atau minggu, penyakit ginjal kronis (PGK) memiliki proses yang lebih lama. "Penyebab PGK antara lain glomerulonefritis, ginjal polikistik, infeksi, autoimun, dan sebagainya. Seringnya menggunakan atau tanpa konsultasi dokter mengonsumsi obat-obatan asetaminofen, ibuprofen dan teh pelangsing dapat juga memicu penyakit ini," bebernya.

    Ditambahkan Erik, untuk mengukur kondisi kesehatan ginjal dapat dilihat dari kadar kreatinin, ureum, protein urin, HB, dan Klirens Kreatinin.

    "Gagal ginjal dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical check up) rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Mengonsumsi air yang cukup, menghindari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan, serta segera mengoreksi gangguan ginjal seperti batu, prostat, dan sebagainya," pungkasnya. Bagaimana, sudahkah memeriksa kesehatan ginjal Anda?
    »»  read more

    Sering Kencing, Ginjal pun Jadi ”Cling”

    Sering Kencing, Ginjal pun Jadi ”Cling”

    SELAMA ini berkembang satu pemahaman tentang perlunya minum air minimal delapan gelas per hari. Jika dirata-ratakan volume gelas adalah 250 ml, berarti dalam satu hari kita dianjurkan minum sebanyak 2 liter air. Alasan perlunya minum air sebanyak delapan gelas per hari didasarkan pada asumsi air itu diperlukan untuk mencuci ginjal, salah satu organ penting dalam tubuh kita. Makin banyak minum air berarti ginjal sering dicuci. Karena sering dicuci, ginjal jadi sehat dan bisa berfungsi dengan baik.

    Memiliki ginjal yang sehat dan berfungsi baik, jelas menjadi idaman semua orang. Ginjal merupakan organ yang berfungsi membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh termasuk zat racun dalam bentuk air seni (urine) yang harus dibuang. Manakala ginjal gagal menjalankan fungsinya atau sering disebut dengan "gagal ginjal", orang yang menderitanya hanya akan menghadapi dua pilihan jika ingin tetap hidup normal; menjalani hemodialisis (cuci darah) secara intensif atau mengganti ginjalnya dengan ginjal donor yang sehat lewat proses pencangkokan.

    Saking takutnya menderita penyakit ginjal, apalagi gagal ginjal, sebagian masyarakat "menelan" anjuran minum air delapan gelas per hari atau bahkan lebih. Bahkan, ada sebagian yang minum air mineral dengan harga relatif mahal. Pertanyaannya, apakah betul untuk menjadikan ginjal kita sehat kita diwajibkan minum air sebanyak minimal delapan gelas per hari? Apakah ini memang anjuran medis yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah ataukah sekadar mitos tak mendasar dan lebih didasarkan pada kepentingan bisnis dari para produsen air mineral agar produknya laku dijual?
    Beberapa waktu lalu sejumlah peneliti mengeluarkan suatu pernyataan cukup mengejutkan karena isi pernyataan tersebut berlawanan dengan anjuran seputar perlunya minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Itu hanya mitos. Belum ada bukti ilmiah minum air delapan gelas per hari merupakan anjuran tepat. Itu akal-akalan produsen air mineral mendongkrak barang dagangannya," kata Dr. Heinz Valtin, ahli ginjal dari Darmouth Medical School New Hampshire.

    Valtin menjelaskan, pernyataannya tersebut didasarkan hasil penelitiannya yang dilakukan selama 10 bulan. Setelah melewati serangkaian penelitian yang disebutnya sangat hati-hati, Valtin menemukan, tak ada bukti ilmiah yang mendukung anjuran kita perlu minum sebanyak delapan gelas per hari.

    Bersama sejumlah koleganya Valtin memang sempat menjadi perhatian utama dunia, apalagi selama ini media massa, baik koran maupun majalah selalu menulis tentang anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Saya sudah bicara dengan kolega saya dan bertanya pada mereka, apakah ada bukti untuk itu. Sayang, jawaban terhadap pertanyaan itu hanyalah mitos," kata Valtin.

    Sepertinya pernyataan Valtin agak bertolak belakang dengan tulisannya di American Journal of Phsycology, The Food and Nutrition Board of National Research Council. Dalam tulisan tersebut Valtin merekomendasikan orang untuk minum sedikitnya satu mili meter air untuk setiap kalori yang dimakan. Dengan asumsi kebutuhan kalori seorang pria Indonesia rata-rata 2.500 kalori, seharusnya ia minum air minimal 2.500 ml per hari atau lebih dari delapan gelas air. Betulkah ada kontradiksi?

    Sebenarnya tidak. Dalam tulisannya, Valtin menyebut cairan sebanyak satu mili meter air untuk setiap kalori yang dikonsumsi sudah termasuk dalam makanan. "Saya sudah melakukan 43 penelitian mengenai sistem osmoregulatory. Sistem itu sangat persis dan cepat saya temukan bahwa sukar untuk percaya setelah evolusi, manusia jadi kekurangan cairan tubuh," ujar Valtin.

    Menurutnya, jika seseorang memiliki sedikit cairan dalam tubuh, tubuhnya akan mengompensasi dengan membawa kembali air tersebut keluar dari ginjal dan menambah kekurangan cairan melalui kulit. Rasa haus sudah terasa sebelum terjadi dehidrasi. Proses tersebut berlangsung sangat cepat dan akurat hanya dalam hitungan menit.

    Persoalannya, terletak pada kesalahan informasi. Selama ini memang banyak anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari, padahal sebenarnya tidak perlu. Orang yang memiliki batu ginjal, lanjut Valtin, mungkin memerlukan banyak minum. Akan tetapi, orang yang normal boleh minum saat haus saja termasuk di dalamnya minum kopi, teh, bahkan bir.

    Atas penjelasan tersebut, Valtin berharap orang akan merasa lega tanpa harus merasa bersalah karena kurang minum. Apalagi harus repot-repot membeli minuman dalam kemasan yang harganya mahal. Bahkan, ada kemungkinan orang yang banyak minum air yang sudah terkontaminasi atau terpolusi akan lebih menderita karena mendapat kiriman penyakit. Akibatnya, akan terjadi urinisasi atau kelebihan cairan yang beracun.

    Senada dengan Valtin, spesialis ginjal yang juga Kepala Bagian Penyakit Dalam RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, Dr. Rully A.M Roesli, Sp.P.D., K.G.H., menyebut bahwa masih banyak pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang keliru, bahkan terjebak ke dalam mitos tentang suatu jenis penyakit. Salah satunya adalah pemahaman mengenai perlunya setiap orang minum air minimal delapan gelas per hari karena dianggap akan menyehatkan ginjal.

    "Itu sama saja kelirunya dengan pendapat yang menyatakan jika kita flu jangan minum es atau orang yang punya penyakit hipertensi pasti suka marah-marah. Belum tentu banyak minum air menjadikan ginjal kita sehat. Malah kalau tidak hati-hati, banyak minum justru akan sangat membahayakan ginjal," kata Rully.
    Menurut Rully, jumlah cairan dalam tubuh memang harus tersedia memadai. Standar kebutuhan air pada manusia biasanya mengikuti rumus 30 cc per kilo gram berat badan per hari. Artinya, jika seseorang dengan berat badan 60 kg, maka kebutuhan air tiap harinya sebanyak 1.800 cc atau 1,8 liter. Untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak itu, tidak harus selalu berasal dari air yang diminum langsung, melainkan bisa dipenuhi dari sejumlah sumber makanan yang mengandung air.

    Berkaitan dengan kesehatan ginjal, Rully menyatakan, minum air dengan jumlah banyak bisa menjadi salah satu cara agar ginjal sehat. Minum air, menjadikan orang sering dilanda "kebelet pipis" alias ingin buang air kecil. Sering buang air kecil menyebabkan banyak kotoran dan racun yang dibuang dari ginjal. Namun, minum banyak air dengan tidak didasari pengetahuan memadai, justru membahayakan ginjal terutama jika antara jumlah asupan air ke dalam tubuh dan yang dikeluarkan dalam bentuk urine, tidak seimbang. Jika setiap hari minum banyak air, tapi sisanya tidak dibuang atau jumlah yang dibuangnya lebih sedikit dari yang masuk, itu justru yang berbahaya bagi ginjal.

    "Jadi, yang benar itu bukan perlunya kita minum banyak air setiap hari sehingga ginjal jadi sehat. Namun, ginjal kita akan sehat jika sering-sering buang air kecil alias kencing. Makanya, kalau kita ingin kencing, jangan sekali-kali menahannya karena akan mengganggu kesehatan ginjal," ujar Rully sambil menyebut bahwa soal kebutuhan air, tubuh kita sudah "diformat" sedemikian rupa. Ketika mengalami kekurangan cairan, secara otomatis tubuh memberi respon dalam bentuk perasaan haus ingin minum. Kalau begitu, banyak-banyaklah kencing biar ginjal pun jadi "cling" (bersih).
    »»  read more