Oleh : Dr. Dito Anurogo | 18-Feb-2008, 22:11:04 WIB
Splenic neoplasms, neoplasma spleen, neoplasma lien.
Cara Penegakan Diagnosis (Essentials of Diagnosis)
1. Leukemia limfositik kronis: neoplasma sel B;
2. Hairy cell leukemia: gangguan limfoproliferatif derajat rendah (low-grade);
3. Mielofibrosis idiopatik: fibrosis sumsum tulang ekstensif dan extramedullary hematopoiesis;
4. Mast cell disease: kondisi jarang infiltrasi sel mast dari jaringan.
Gejala / Tanda:
1. Leukemia limfositik kronis: kelelahan (fatigue), pembesaran limpa (splenomegaly), limfadenopati, perdarahan;
2. Hairy cell leukemia: pembesaran limpa (splenomegaly), infeksi, perdarahan, kelelahan (fatigue);
3. Mielofibrosis idiopatik: kelemahan (weakness) dan kelelahan (fatigue), sulit/sesak nafas (dyspnea), pembesaran limpa (splenomegaly), perut terasa penuh dan nyeri (abdominal fullness and pain), perdarahan, infeksi;
4. Mast cell disease: pembesaran limpa (splenomegaly), perdarahan.
Perawatan (Treatment):
1. Splenectomy (pemotongan limpa);
2. Pembedahan diindikasikan untuk splenomegaly dengan nyeri perut, pembesaran limpa (hypersplenism) dengan sitopenia, sebagai tambahan terapi medis, jika terapi medis gagal, hipertensi portal (idiopathic myelofibrosis).
Prognosis (Perkiraan Perkembangan Penyakit):
1. Splenectomy mengurangi atau meringankan gejala-gejala splenomegaly dalam banyak kasus;
2. Sitopenia diperbaiki/diperiksa pada 50-75 % kasus;
3. Sebanyak 80-95 % pasien dengan hairy cell leukemia merespon atau bereaksi terhadap terapi medis.
Catatan:
Morbiditas meningkat setelah prosedur apapun pada pasien dengan idiopathic myelofibrosis.
Referensi:
Doherty GM. Current Essentials of Surgery. International Edition. 2005. Mc Graw Hill. United States. p.269.
Keterangan gambar:
Splenic hamartoma: dilated vessels (arrowheads) and border of the mass and normal.
Sumber gambar:
World J Gastroenterol 2005;11(33):5235-5238
Tidak ada komentar:
Posting Komentar